TrafficRevenue

Wednesday, July 22, 2009

Panitia MU Siapkan 23 M untuk Refund


Reuters
Panitia pertandingan Manchester United di Jakarta telah mulai mengembalikan uang tiket. Mereka pun akan berusaha menyiapkan dana sejumlah 23 miliar demi menyelesaikan persoalan itu setuntasnya.

Kantor LOC mulai dibuka sejak Rabu (22/5/2009) pagi untuk pengembalian tiket. Ratusan orang pun mulai terlibat dalam jejalan antrian panjang untuk mendapatkan uangnya kembali.

Menurut Djoko Driyono selaku Event Director panitia lokal, sampai penutupan loket pukul 17.00 hari Rabu, panitia telah mengucurkan dana kurang dari 1 miliar kepada sekitar 500 penukar tiket. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pihaknya siap menggelontorkan total uang sekitar 23 miliar untuk menyelesaikan pengembalian tiket ini.

"Kami tengah berupaya untuk mendapatkan dana sejumlah 23 miliar untuk menyelesaikan pengembalian tiket," ujarnya dalam perbincangan dengan detiksport.

"Saat ini dana sebesar itu memang belum ada di tangan. Namun, kami akan berupaya untuk mendapatkan dana itu, dari sejumlah sumber tentunya. Ini merupakan bentuk pertanggung jawaban dari panitia," tegas Djoko.

Joko juga mengatakan bahwa bagi mereka yang mendapatkan tiketnya melalui corporate setidaknya baru akan mendapatkan penggantian pada akhir Agustus. Hal itu dikarenakan LOC bakal mendahulukan pemegang tiket yang membeli di loket resmi dan yang melalui jalur-jalur yang ditunjuk panitia.

"Bukannya kami tidak memprioritaskan mereka yang mendapat tiket dari korporate, namun dengan kondisi yang seperti ini, kami tidak memiliki alasan untuk mengedepankan mereka," lugas dia.

Timnas akan Jajal Empat Tim Asing



- Timnas Indonesia akan menggelar serangkaian ujicoba untuk mempersiapkan diri menghadapi kualifikasi Piala Asia. Empat ujicoba menghadapi negara asing direncanakan.

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengatakan bahwa timnas senior akan mulai menjalani pemusatan latihan pada 1 Agustus mendatang. Mereka akan berlatih hingga menjelang laga melawan Kuwait, 14 November.

"Akan ada empat ujicoba, tiga di dalam negeri, satu di luar," ujar Nurdin Halid dalam konferensi pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2009).

"Pada tanggal 5-8 Agustus nanti, bakal ada ujicoba di Jakarta melawan China dan Malaysia. Lalu tanggal 28 Agustus, melawan Arab Saudi di Arab dan tanggal 7 November melawan Suriah di Jakarta," papar Nurdin.

Menyusul dua ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jumat (17/7), perizinan menggelar pertandingan sepakbola diperkirakan menjadi lebih sulit. Namun PSSI berjanji untuk mengusahakannya.

"Kami sedang mengurus perizinan buat pertandingan tersebut. Memang sebelumnya ada rencana membatalkan pertandingan terkait kasus bom, namun dari rapat komite eksekutif semalam, kami mencoba menggelar ujicoba tersebut," ucap Nurdin.

Tak cuma pertandingan ujicoba yang terancam, pertandingan kualifikasi Piala Asia menghadapi Kuwait di Jakarta, 18 November mendatang, juga belum pasti bisa digelar.

"Melawan Kuwait, kami akan usahakan di Jakarta. Namun kalau tidak bisa, alternatif lainnya di Palembang (Stadion Jakabaring) atau Samarind (Palaran)," tandas Nurdin.

Monday, July 20, 2009

Branislav Ivanović biografia fotos y video


Branislav Ivanović nació el 22 de febrero de 1984 en Sremska Mitrovica, Serbia y es un futbolista serbio que se desempeña como defensa. Ivanović comenzó su carrera futbolística en su ciudad natal con el FK Srem, antes de ser transferido al OFK Belgrado en diciembre de 2003. Después de jugar durante tres años en la Superliga Serbia, fue firmado por el Lokomotiv Moscú de Rusia en enero de 2006.
El 15 de enero de 2008, el Chelsea confirmó en su página web que había llegado a un acuerdo con el Lokomotiv Moscú para contratar a Ivanović, pagando una cantidad de £9 millones. Sujeto al acuerdo de los términos personales y a la aprobación de un médico, el Lokomotiv Moscú anunció que Ivanović sería traspasado al Chelsea por una cantidad de €13 millones (£9.700.000). Según el club, la transferencia fue la más cara en la historia del fútbol ruso. Ivanović fue firmado por un período de tres años y medio y se le asignó el dorsal No. 2.